Kunjungan Aku ke Gedung Sate
https://fathiyyahkeren.blogspot.com/2022/03/kunjungan-aku-ke-gedung-sate.html
Hari Minggu, 27 Februari 2022 aku pergi jalan jalan bersama ibu naik motor ke Pusat Dakwah Islam Jawa Barat (PUSDAI) untuk parkir motor. Sesampainya di PUSDAI udara ternyata hujan gerimis berangin. Jadi saya muter-muter dulu dan membuat dokumentasi di Pusdai. Suasana sepi sekali. Wajar sih karena bukan waktu sholat fardhu saat aku datang di Pusdai.
Gedung Sate maupun Pusdai dua-duanya milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selesai itu hujan pun berhenti. Lalu aku dan ibu naik angkot.
Kita turun di Gasibu dan berjalan jalan. Ternyata di sepanjang trotoar, lantai jalannya ada motif batik khas Jawa Barat. Ini contohnya silakan dilihat-lihat.
Aku berjalan sepanjang trotoar mengelilingi gedung sate. Ini rekaman saat disana. Hanya bisa meliput dari luar gerbang.
Dan ini rekaman aku saat menunggu hujan di Pusdai Bandung Jawa Barat.
Gedung Sate maupun Pusdai dua-duanya milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut hasil pencarian aku di Google, aku mengetahui bahwa Gedung Sate didesain oleh arsitek Belanda yang bernama J. Gerber dan selesai dibangun pada tahun 1920. Mengapa disebut Gedung Sate? Karena bentuk pusat bangunan ini berbentuk seperti sate. Bentuk ini juga merupakan lambang dari biaya pembangunan Gedung ini yang mencapai enam juta Gulden.
Gedung ini awalnya adalah untuk kursi departemen Badan Usaha Milik Negara Hindia Belanda, tapi sekarang Gedung Sate dipakai sebagai tempat kedudukan Gubernur Jawa Barat dan Museum.
Aku bersyukur Gedung Sate ini yang bangunannya luas dan indah dapat dilestarikan hingga kini.
Wah, ternyata banyak sejarah juga ya yang terjadi di Gedung Sate.
Aku belum punya buku tentang sejarah Gedung Sate, tapi aku membaca dari sini : http://resensiana.blogspot.com/2016/04/sejarah-gedung-sate.html

